PUISI SATU CINTA | Phasi Padamaley

SATU CINTA
Karya: Phasi Padamaley

Ketika dalam sepi gelisahku
kau begitu dekat dalam pelukan kerinduanku
dan aku telah memahami
bahwa jarak ini membentuk sajadah
yang sempat dilipat oleh Nabi Adam
dalam mencari Siti Hawa

Maka itu sebagai sangsi atas nama cinta
kuterjang sudah getirnya hidup
ditengah perpisahan
yang semakin membuat logikaku buyar

kutanamkan doa dalam air mata
cinta menumbuhkan ibadah
ibadah membuahkan pahala
dan aku ingin kita pulang ke surga

oleh karena itu
tak kubiarkan kau tersesat
dan kesendirian dalam pulau bisu itu
tak kubiarkan jua
kau menyelam terlalu dalam di lautan itu

Ketika sepi lagi gelisahku
namamu meriuh risih dalam batinku
aku masih berjuang pasrah
sedangkan dekapanmu terlanjur mesra
dan kita tumbuh dalam satu cinta

Aloleng, 1 Mei 2021
Phasi Padamaley

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s