ADA YANG TERTINGGAL SAAT AKU PERGI – Puisi Ferdinan Fraring

ADA YANG TERTINGGAL SAAT AKU PERGI
Karya: Ferdinan Fraring

ada yang tertinggal saat aku pergi
menyusuri lautan sepi ini.
di tengah lautan
dalam laju kapal yang gaduh suara mesin
aku terpojok di buritan mengenyam sunyi
digempur badai kerinduan
yang terus menggedor pintu hatiku
untuk terbuka
menatap kembali ke pintu dermaga

tak ada apa di dermaga itu
tak ada air mata perpisahan
atau lambaian tangan
dan ucapan selamat jalan
yang melepas aku pergi,
tapi rasa kerinduanku pada wajah dermaga
seperti laju ombak besar terus bergemuru dalam dada
walau di dasar hati serasa ditaburi pasir dan debu.

mana mungkin aku akan kembali mencari
sedang kapal ini terus berlari
lewati sepanjang tanjung-tanjung sunyi
dan tinggalkan pulau-pulau mati
menuju ke teluk kenari
tempat langkah ini akan terhenti
dan kuresapi semua yang telah terlewati

maka kepada lautan yang menyimpan segala
segenap rasa kerinduanku padanya tercurah
seperti gerak ombak yang terus berlari
menuju tepian pantai
mengempaskan buih-buih putih

dan aku semakin jauh pergi
menatap hari-hari berganti
dengan berjuta warna pelangi
tapi lautan tetap tinggal abadi
menyimpan ombak yang tak pernah diam!

Kupang-Alor, 28-29 Juni 2014
Ferdinan Fraring

1 Comment

  1. Ada dengan puisi ini seakan aku memasuki imajinasi bait demi bait aku lalui dengan irama tropet kapal yangtak henti, oh adapa dengan puisi ini membuatku menyair dikala malam hari… “Nyoba mengikuti alur puisi ini, maaf kalo jelek”. 😀

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s