Sajak 17 April 2019

Sajak 17 April 2019

Kesaksian Pada 17 April 2019
hei penyair, apa yang kau lakukan
hei penyair, apa yang kau tuliskan
apa yang bisa kau syairkan pada 17 april
untuk pemilahan presiden tahun ini
hei penyair, jangan bingung saja dalam sajak-sajak biasamu

aku tidak sedang diam
aku tidak sedang menulis juga
aku tidak sedang lakukan apa-apa
untuk apa aku bingung dan ketakutan

hei kau, aku sedang baik-baik
jangan kau katain aku di bibir polosmu
jangan kau kuatirkan aku
Memang kepenyairanku tiada apa-apanya

Namun dengan lugas
Aku syairkan sebait puisi untuk si penculik
bahwa sesungguhnya, si maling nasibnya
malang, ia sudah ditetapkan azab jahanam,

hei kau yang tak sempat ku sebut nama
diam kau dalam alam semesta
dan bertafakur atas stigma penculikan penyair wiji tuhkul, kau bakal berair mata darah.. Sebab maling adalah penikungan
meraih kebinasaannya, bukan kejayaannya
di Pilpres 17 April 2019

Karya : Phasi Padamaley
Jakarta, 30 Januari 2019

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s